Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia mengaku kecewa dan marah setelah Ketua DPP Golkar Fahd El Fouz Arafiq kembali terjerat kasus korupsi untuk ketiga kalinya. Doli menilai Fahd seharusnya menyadari bahwa dirinya membawa nama besar Partai Golkar. Menurutnya, kasus tersebut menjadi perhatian serius bagi keluarga besar partai, meski Golkar mengakui Fahd sebelumnya turut memberikan kontribusi terhadap perkembangan organisasi.
Doli mengatakan, partai selama ini selalu mengingatkan seluruh kader agar tidak melakukan pelanggaran hukum, terlebih tindak pidana korupsi. Ia menyayangkan Fahd kembali tersangkut perkara hukum setelah sebelumnya dua kali menjalani proses hukum terkait kasus korupsi. Menurut Doli, pengalaman tersebut semestinya menjadi bahan introspeksi agar Fahd tidak kembali melakukan perbuatan yang sama.
Doli menambahkan, Partai Golkar selama ini berupaya menghormati kader yang telah menjalani hukuman dan menganggap mereka memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri. Namun, kasus Fahd menjadi pelajaran bagi partai agar seluruh kader semakin memahami konsekuensi dari setiap tindakan yang dilakukan. Golkar pun menyatakan keprihatinan atas kembali munculnya nama Fahd dalam perkara korupsi.
Nama Fahd El Fouz Arafiq kembali mencuat setelah KPK menetapkannya sebagai tersangka dan menahannya dalam kasus dugaan korupsi terkait pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Sebelumnya, Fahd pernah terseret kasus korupsi Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID) pada 2011 dan kasus pengadaan Alquran yang mencuat pada 2017. Kasus terbaru ini membuat Fahd kembali berhadapan dengan proses hukum untuk ketiga kalinya.


