Pencarian lima jurnalis dan tiga kru speedboat Arupadhatu 1 yang hilang kontak di perairan Selat Sunda memasuki hari keempat, Jumat (11/9/2026). Tim SAR gabungan memperluas wilayah pencarian hingga perairan Lampung, mulai dari kawasan Belimbing hingga seluruh perairan Teluk Semaka. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Lampung Deden Ridwansah mengatakan perluasan area dilakukan berdasarkan hasil evaluasi operasi pencarian sebelumnya.
Dalam operasi tersebut, Basarnas Lampung mengerahkan KN SAR 224 Basudewa untuk menyisir perairan Belimbing hingga Teluk Semaka. Kapal tersebut bergerak dari Pelabuhan Tabuhan dan tidak kembali ke Pelabuhan Panjang karena pencarian dilakukan secara berkelanjutan. Selain Basarnas, satu kapal patroli Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC) juga dikerahkan untuk menyisir kawasan Tanjung Cina hingga perairan Belimbing. Sementara itu, RIB 02 kembali melakukan penyisiran secara lebih detail di sekitar Pulau Sertung, Pulau Rakata hingga Gunung Anak Krakatau.
Area sekitar Gunung Anak Krakatau sebelumnya telah disisir dalam operasi hari-hari sebelumnya, namun kembali diperiksa dengan lebih teliti pada hari keempat. Meski demikian, tim SAR tetap mempertimbangkan aktivitas vulkanik, termasuk abu vulkanik dan dinamika erupsi, demi keselamatan personel. Operasi pencarian dari wilayah Lampung melibatkan sekitar 80 personel dari Basarnas, TNI, Polri, nelayan serta unsur masyarakat. Sementara pencarian udara menggunakan helikopter Dauphin AS365 N3+ dikoordinasikan oleh posko induk SAR di Banten.
Dalam pencarian sebelumnya, tim SAR juga menemukan sebuah life jacket dan botol putih, namun hingga kini belum dapat dipastikan apakah benda tersebut berkaitan dengan rombongan Arupadhatu 1. Basarnas masih melakukan penelusuran dan memerlukan konfirmasi lebih lanjut, termasuk dari pihak pemilik kapal. Speedboat Arupadhatu 1 yang membawa lima jurnalis dan tiga kru dilaporkan hilang kepada Basarnas pada Selasa (8/9/2026) setelah sebelumnya hilang kontak di sekitar perairan Selat Sunda saat rombongan melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.


