Memasuki usia 81 tahun kemerdekaan Indonesia, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM menyoroti sejumlah persoalan mendasar yang masih dihadapi masyarakat. Salah satunya kondisi infrastruktur yang dinilai belum merata di sejumlah daerah. KDM menyebut masih ada wilayah yang akses menuju jalan utama harus melalui jalur berliku dengan infrastruktur yang belum representatif. Persoalan tersebut, menurutnya, menjadi catatan penting dalam momentum HUT ke-81 Republik Indonesia.
KDM mengatakan kondisi infrastruktur seperti itu masih ditemukan di sejumlah daerah, di antaranya Garut, Sukabumi, dan Cianjur. Ia menilai pembangunan harus mampu memberikan manfaat yang merata, termasuk dalam pemenuhan akses layanan dasar. Selain infrastruktur, KDM juga menyoroti masih adanya sekitar 500 ribu warga Jawa Barat yang belum mendapatkan akses listrik. Padahal, Jawa Barat merupakan salah satu daerah penghasil listrik terbesar di Indonesia dengan keberadaan pembangkit listrik tenaga air, geotermal hingga PLTS Cirata.
Tak hanya persoalan infrastruktur dan listrik, KDM turut menyinggung masalah sampah di Kota Bandung. Ia mengungkapkan adanya saluran air di sekitar Jalan Rajiman, tepatnya di depan kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, yang menurutnya dipenuhi tumpukan sampah selama puluhan tahun. Bahkan, KDM menyebut sampah di lokasi tersebut baru diangkat setelah sekitar 32 tahun. Tumpukan itu disebut berkaitan dengan aktivitas perdagangan yang sebelumnya berlangsung di kawasan tersebut.
Menurut KDM, persoalan sampah tidak cukup diselesaikan melalui kebijakan pemerintah, tetapi membutuhkan perubahan perilaku masyarakat. Ia mengajak warga menjadikan HUT ke-81 RI sebagai momentum untuk “memerdekakan” Jawa Barat dari berbagai persoalan mendasar, termasuk sampah, keterbatasan infrastruktur, dan akses layanan dasar. Bagi KDM, makna kemerdekaan bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan memastikan masyarakat memperoleh hak atas lingkungan yang bersih, infrastruktur yang layak, listrik, serta pembangunan yang benar-benar dirasakan hingga ke daerah.


