Kasus dugaan keracunan massal setelah menyantap program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 2 Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), meluas hingga ke Kota Cimahi. Sebanyak 32 orang yang terdiri dari 31 siswa dan seorang guru dilaporkan mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan makanan MBG yang dikonsumsi di sekolah.
Kepala Dinas Kesehatan KBB, Lia N Sukandar, mengatakan penanganan para korban harus dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan karena jumlah pasien yang datang terus bertambah. Salah satu lokasi rujukan berada di Kota Cimahi, yakni RS Cibabat yang menangani 14 pasien, dengan lima di antaranya telah diperbolehkan pulang. Sementara itu, tujuh pasien dirawat di Klinik Harapan Sehat dan 10 lainnya mendapat penanganan di RS IMC Cimareme.
Para korban mengalami sejumlah keluhan yang mengarah pada dugaan keracunan makanan, mulai dari mual, pusing, diare hingga demam. Berdasarkan anamnesis sementara, para siswa dan guru tersebut diketahui mengonsumsi hidangan MBG yang dibagikan di sekolah pada Rabu (9/9/2026) dan Kamis. Gejala kemudian muncul secara bertahap hingga sebagian korban harus mendapatkan penanganan medis di rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya.
Dinkes KBB kini masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kejadian tersebut. Sampel makanan MBG yang dikonsumsi para korban telah diambil untuk menjalani pemeriksaan secara komprehensif di Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas). Hasil pemeriksaan nantinya diharapkan dapat mengungkap apakah makanan MBG tersebut menjadi penyebab utama puluhan siswa dan guru mengalami gangguan kesehatan.


