BANDUNG BARAT – Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Muhammad Mahdi, membantah kabar yang menyebut dirinya akan dilengserkan dari jabatan pimpinan legislatif. Ia menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan menilai isu pergantian jabatan merupakan hal yang biasa terjadi dalam dinamika politik. “Hoaks itu, tidak benar. Kalau di urusan politik, isu seperti itu soal biasa,” ujar Mahdi saat ditemui seusai menghadiri pelantikan pejabat di Gedung Setda Pemkab Bandung Barat, Rabu (28/10/2026).
Mahdi juga menepis anggapan adanya persoalan yang mengganggu hubungan antara DPRD dan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat di bawah kepemimpinan Bupati Jeje Ritchie Ismail. Menurutnya, komunikasi serta koordinasi antara lembaga legislatif dan eksekutif masih berjalan dengan baik. Ia memastikan tidak ada persoalan berarti yang memengaruhi hubungan kerja kedua lembaga tersebut.
Tak hanya dengan bupati, Mahdi menyebut hubungannya dengan Sekretaris Daerah (Sekda) KBB, Ade Zakir, juga tetap harmonis. Ia bahkan menggambarkan kedekatan tersebut sebagai bentuk hubungan yang baik di lingkungan pemerintahan daerah. “Alhamdulillah, hubungan masih oke, tidak ada persoalan. Dengan Pak Sekda kita rangkulan,” katanya.
Di sisi lain, Mahdi mengungkapkan bahwa DPRD KBB akan membahas hasil evaluasi yang disampaikan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Pembahasan tersebut akan menjadi bagian dari koordinasi antara DPRD dan Pemkab Bandung Barat untuk menindaklanjuti masukan dari pemerintah provinsi. Ia berharap proses evaluasi dapat berjalan dengan baik demi mendukung penyelenggaraan pemerintahan daerah.


