Kebakaran hebat melanda KM Mutiara Sentosa 2 yang melayani rute Surabaya-Makassar saat berlayar di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, Minggu pagi. Api yang muncul sekitar pukul 06.00-07.00 WIB dengan cepat membesar hingga asap hitam pekat menyelimuti kapal. Kepanikan pun terjadi ketika para penumpang mengenakan jaket pelampung dan berusaha menyelamatkan diri. Sebagian penumpang bahkan nekat melompat ke laut setelah kobaran api semakin sulit dikendalikan, sementara sejumlah kapal yang melintas segera memberikan pertolongan sebelum tim SAR tiba di lokasi.
Sebelum komunikasi terputus, nakhoda sempat mengirimkan laporan darurat kepada pihak perusahaan terkait kebakaran yang terjadi di atas kapal. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim SAR gabungan bersama TNI AL, Kesyahbandaran, Polisi Perairan, kapal niaga, hingga kapal tunda dikerahkan untuk melakukan operasi penyelamatan. Evakuasi dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan anak-anak, perempuan, dan lansia, sebelum seluruh penumpang dipindahkan ke kapal penyelamat di tengah kondisi yang cukup menantang.
Dalam operasi tersebut, sebanyak 222 orang berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian. Sebanyak 218 orang dinyatakan selamat dan langsung mendapatkan pemeriksaan kesehatan serta pendataan setelah tiba di lokasi aman. Namun, insiden ini juga menelan korban jiwa. Empat orang dilaporkan meninggal dunia dan jenazahnya telah dievakuasi untuk menjalani proses identifikasi sebelum diserahkan kepada keluarga sesuai prosedur.
Pascakejadian, aparat kepolisian bersama instansi terkait langsung melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kebakaran. Pemeriksaan difokuskan pada kondisi kapal, sistem kelistrikan, ruang mesin, serta kemungkinan faktor lain yang memicu munculnya api. Tragedi ini kembali menjadi sorotan mengenai pentingnya standar keselamatan pelayaran, mulai dari kelayakan kapal, kesiapan peralatan darurat, hingga pelatihan awak kapal, agar insiden serupa tidak kembali terjadi pada layanan penyeberangan antarpulau di Indonesia.


