Bencana tanah longsor melanda area persawahan di Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Senin (20/7/2026). Longsoran yang sempat terekam kamera warga itu menimbun sekitar dua hektare lahan pertanian. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, meski beberapa jam sebelumnya puluhan petani masih beraktivitas di lokasi. Kapolsek Salawu AKP H. Dedi Darsono mengatakan longsor terjadi tidak lama setelah gempa mengguncang wilayah barat daya Kabupaten Sukabumi.
Menurut Dedi, longsor diduga dipicu oleh kombinasi getaran gempa dan kondisi tanah yang sudah labil akibat cuaca ekstrem. Area persawahan sebelumnya mengalami kekeringan cukup lama hingga muncul retakan pada permukaan tanah. Saat saluran irigasi kembali dialirkan, air meresap ke dalam retakan dan membuat struktur tanah melemah. Kondisi tersebut diperparah oleh getaran gempa sehingga memicu longsoran yang menimbun lahan pertanian.
Material longsor juga menutup saluran irigasi dan parit yang menjadi sumber air utama bagi warga Kampung Naga. Saluran tersebut selama ini digunakan untuk mengairi kolam ikan, kebutuhan mandi, hingga mencuci. Akibatnya, aktivitas warga ikut terganggu dan lahan pertanian milik Dodo (60) bersama sejumlah petani lainnya belum dapat dimanfaatkan. Kawil Kampung Naga, Otoy, menyebut para petani diperkirakan mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah karena gagal memulai masa tanam.
Hingga kini, proses pembersihan material longsor belum dilakukan karena petugas masih mewaspadai potensi longsor susulan mengingat kondisi tanah yang belum stabil. Aparat telah mengimbau masyarakat untuk menjauhi area terdampak demi keselamatan. Sementara itu, Tim FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya bersama petugas gabungan telah melakukan asesmen awal di lokasi dan akan melanjutkan penanganan untuk membuka kembali saluran irigasi agar pasokan air ke permukiman warga dapat segera pulih.


