Kasus dugaan keracunan massal di restoran Korea Seoul 88 kembali memunculkan kesaksian dari pengunjung. Radisya (27) mengaku bersama tiga temannya mengalami gangguan kesehatan setelah makan di restoran tersebut pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Mereka mengalami gejala berbeda-beda, mulai dari sakit perut dan diare hingga diare berdarah. Saat itu, restoran dalam kondisi ramai sehingga mereka harus masuk daftar tunggu sebelum mendapatkan tempat.
Radisya menuturkan rombongannya memesan sejumlah menu, termasuk dua porsi Champion Set Beef Bulgogi, set Haemul Jjigae, pajeon, chicken strip, serta hidangan berkuah lainnya yang disajikan bersama berbagai banchan. Setelah makan, kondisi kesehatan mereka mulai terganggu. Radisya mengalami sakit dada dan sakit perut pada Minggu pagi, kemudian diare mulai dirasakan pada Senin. Sementara tiga temannya yang turut menyantap menu set disebut lebih dulu mengalami diare, bahkan dua di antaranya mengalami diare berdarah.
Meski mengalami gejala yang hampir bersamaan, Radisya mengaku awalnya tidak mencurigai makanan dari Seoul 88. Menurutnya, seluruh hidangan yang disantap terasa normal dan tidak menunjukkan tanda-tanda makanan basi. Tidak ada bau aneh maupun rasa yang mencurigakan pada daging atau bumbu yang mereka konsumsi. Mereka bahkan sempat mengira kondisi tersebut disebabkan oleh faktor cuaca karena tidak menyangka bisa mengalami sakit secara bersamaan.
Kecurigaan baru muncul setelah Radisya melihat sejumlah unggahan di media sosial Threads yang membahas dugaan keracunan di Seoul 88. Dari informasi tersebut, ia dan teman-temannya menyadari bahwa keluhan yang mereka alami memiliki kemiripan dengan pengunjung lain. Kesaksian tersebut kini menambah daftar laporan terkait dugaan gangguan kesehatan setelah menyantap makanan di Seoul 88, sementara persoalan keamanan dan kebersihan pangan restoran tersebut menjadi sorotan publik.


