Kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 178 pekerja PT Namnam Fashion Industries di Kota Cimahi menjadi perhatian publik setelah video suasana haru para buruh yang saling berpelukan usai kehilangan pekerjaan viral di media sosial. Peristiwa tersebut memunculkan keprihatinan sekaligus menyoroti kondisi industri garmen yang dinilai rentan terhadap tekanan bisnis. Pemerintah pun mulai melakukan penelusuran untuk memastikan penyebab penghentian operasional perusahaan serta mengawal pemenuhan hak para pekerja yang terdampak.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, penutupan maupun perpindahan pabrik garmen bukanlah fenomena baru. Menurutnya, industri padat karya sangat bergantung pada efisiensi biaya produksi, terutama biaya tenaga kerja. Karena itu, perusahaan kerap memindahkan lokasi produksi ke daerah yang menawarkan biaya operasional lebih rendah setelah mencapai titik impas. Dedi menyebut pergeseran industri kini mulai mengarah ke wilayah Jawa Barat bagian timur, seperti Indramayu, Majalengka, dan Garut yang masih memiliki ketersediaan tenaga kerja cukup besar.
Meski demikian, Dedi memastikan peluang kerja di sektor garmen dan alas kaki masih terbuka lebar di sejumlah daerah. Ia mendorong para pekerja yang terdampak PHK agar tetap siap beradaptasi dan tidak menutup kemungkinan mencari pekerjaan di wilayah lain yang sedang membutuhkan tenaga kerja. Menurutnya, Kabupaten Indramayu saja saat ini masih membutuhkan puluhan ribu pekerja untuk mengisi kebutuhan industri.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Cimahi Asep Jayadi membenarkan sebanyak 178 karyawan terdampak penghentian produksi PT Namnam Fashion Industries. Berdasarkan informasi sementara, perusahaan diduga mengalami kerugian sehingga tidak lagi mampu melanjutkan usaha di bidang garmen dan berencana beralih ke jenis usaha lain. Dinas Tenaga Kerja masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab penghentian operasional sekaligus memeriksa apakah proses PHK telah dilaksanakan sesuai ketentuan agar hak-hak para pekerja tetap terlindungi.


