PKB Jabar Tembus Rp26 Miliar Sehari, Dedi Mulyadi Puji Kepatuhan Warga Bayar Pajak

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengapresiasi tingginya kepatuhan masyarakat dalam membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Di tengah meningkatnya penggunaan kendaraan listrik yang disebut berdampak pada penurunan penerimaan pajak di sejumlah daerah, pendapatan PKB di Jawa Barat justru tetap stabil. Setiap harinya, penerimaan dari sektor tersebut berada di kisaran Rp23 miliar hingga Rp26 miliar. Apresiasi itu disampaikan Dedi saat memberikan sambutan dalam rapat paripurna bersama DPRD Jawa Barat pada Rabu, 5 Agustus 2026.

Menurut Dedi, stabilnya penerimaan pajak kendaraan bermotor menjadi indikator tingginya kesadaran masyarakat Jawa Barat dalam memenuhi kewajiban perpajakan. Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh wajib pajak yang tetap disiplin membayar PKB sehingga pendapatan daerah dari sektor tersebut tidak mengalami penurunan. Kondisi itu juga dinilai mencerminkan aktivitas ekonomi di Jawa Barat yang masih berjalan dengan baik dan terus menunjukkan daya tahan di tengah berbagai tantangan.

Dedi menuturkan, sejumlah daerah mulai merasakan penurunan penerimaan PKB yang salah satunya dipengaruhi oleh semakin banyaknya penggunaan kendaraan listrik. Namun, kondisi berbeda terjadi di Jawa Barat. Ia menyebut pendapatan PKB justru terus meningkat setiap hari, sehingga menjadi modal penting bagi pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

Lebih lanjut, Dedi menilai capaian tersebut tidak terlepas dari pembangunan dan perbaikan infrastruktur yang terus dilakukan pemerintah. Infrastruktur yang semakin baik dinilai mampu meningkatkan mobilitas masyarakat serta mendorong pertumbuhan aktivitas ekonomi. Dengan kondisi tersebut, kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor tetap terjaga dan menjadi salah satu penopang stabilitas pendapatan daerah.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data