Presiden Prabowo Subianto meminta Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kecukupan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini ditetapkan sebesar Rp15 ribu per penerima. Kajian tersebut diharapkan menjadi dasar sebelum pemerintah mengambil keputusan terkait kebijakan lanjutan program tersebut.
Permintaan itu disampaikan Presiden saat menerima jajaran BGN di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, mengatakan Presiden menginginkan seluruh skema pembiayaan dihitung secara cermat berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan.
“Presiden meminta kami mengkaji apakah anggaran Rp15 ribu sudah mencukupi. Jika ternyata belum memadai, maka perlu dihitung kembali berapa besaran anggaran yang sebenarnya dibutuhkan,” ujar Agustina usai pertemuan di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (16/7/2026).
Menurut Agustina, arahan tersebut menjadi pedoman bagi BGN untuk menyempurnakan pelaksanaan Program MBG. Evaluasi dinilai penting agar program prioritas pemerintah tersebut dapat berjalan lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Ia menambahkan, hingga saat ini belum ada keputusan mengenai perubahan nominal anggaran karena proses penghitungan masih berlangsung. Pemerintah masih menunggu hasil kajian sebelum menetapkan besaran anggaran yang akan digunakan pada tahap selanjutnya.
“Nominalnya belum bisa dipastikan karena semuanya masih dalam tahap perhitungan,” katanya.
Agustina juga menepis kabar yang menyebut pemerintah telah mengurangi anggaran Program MBG setelah dilakukan evaluasi selama masa libur sekolah. Ia menegaskan informasi tersebut bukan berasal dari Badan Gizi Nasional.
“Silakan ditanyakan kepada pihak yang pertama kali menyampaikan informasi tersebut. Itu bukan berasal dari kami,” ujarnya.
Sebagai informasi, skema anggaran Program Makan Bergizi Gratis saat ini menetapkan biaya bahan baku sebesar Rp8.000 per porsi bagi peserta didik PAUD hingga siswa kelas 3 sekolah dasar. Sementara untuk siswa kelas 4 SD hingga jenjang sekolah menengah atas, biaya bahan bakunya mencapai Rp10.000 per porsi.
Selain biaya bahan baku, pemerintah juga mengalokasikan anggaran operasional sebesar Rp3.000 dan biaya fasilitas sebesar Rp2.000 untuk setiap porsi makanan. Dengan komposisi tersebut, total anggaran Program MBG yang saat ini tengah dievaluasi mencapai Rp15.000 untuk setiap penerima manfaat.


