Ribuan siswa SMAN 1 Pamanukan, Kabupaten Subang, Jawa Barat, menggelar aksi demonstrasi di lingkungan sekolah pada Senin (7/9/2026). Aksi tersebut dipicu terungkapnya dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oknum Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Kesiswaan berinisial AT. Situasi sempat memanas ketika sejumlah siswa mengejar terduga pelaku yang disebut hendak keluar dari gerbang sekolah, sebelum polisi tiba dan mengamankan yang bersangkutan.
Salah seorang siswi yang mengaku menjadi korban, DS, mengatakan tindakan tidak pantas tersebut diduga telah berlangsung cukup lama, tetapi para korban sebelumnya tidak berani berbicara. DS menceritakan, saat menjadi panitia perpisahan sekolah pada 7 Mei lalu, dirinya diduga dipeluk dari belakang oleh AT ketika sedang membersihkan area GOR setelah acara. Ia mengaku sempat menegur tindakan tersebut karena merasa tidak nyaman, namun pelaku disebut berdalih hubungan guru dan siswa seperti ayah dan anak.
Kasus tersebut mulai mencuat setelah salah seorang pengurus OSIS berani menyampaikan dugaan kejadian yang dialaminya. Setelah itu, sejumlah siswi lain ikut berbicara dan melapor kepada guru Bimbingan Konseling (BK). Kepala SMAN 1 Pamanukan Edi Kanedi membenarkan adanya aksi yang diikuti seluruh siswa, berjumlah 1.445 orang. Menurutnya, laporan yang awalnya hanya berasal dari satu siswa kemudian berkembang, dengan data sementara di BK mencatat sekitar 11 hingga 15 siswi yang mengaku menjadi korban.
Kasus ini kini ditangani aparat kepolisian. Terduga pelaku sebelumnya diamankan di Polsek Pamanukan dan selanjutnya dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Subang untuk menjalani pemeriksaan. Sejumlah korban bersama orang tua juga telah mendatangi kepolisian untuk membuat laporan resmi. Kanit PPA Polres Subang Aiptu Nenden Nurfatimah mengatakan pihaknya masih melakukan pemeriksaan intensif dan mendalami kasus tersebut karena jumlah korban diduga masih dapat bertambah.


