Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bertahan di level psikologis Rp18.000 per USD pada pembukaan perdagangan Senin (19/10/2026). Berdasarkan data pasar spot yang dikutip dalam laporan, rupiah bergerak stagnan dibandingkan penutupan akhir pekan lalu. Sementara itu, Indeks Dolar AS (DXY) tercatat berada di level 101,83, mencerminkan posisi dolar di tengah dinamika pasar keuangan global.
Bagi masyarakat dan pelaku usaha yang hendak melakukan transaksi valuta asing, kurs di setiap bank dapat berbeda sesuai kebijakan dan jenis layanan. Pada Senin pagi, kurs e-Rate Bank BCA pukul 07.23 WIB mencatat harga beli dolar sebesar Rp17.975 dan harga jual Rp18.075. Sementara itu, Bank BNI menetapkan kurs beli Rp18.038 dan kurs jual Rp18.078 per USD. Adapun kurs transaksi Bank Indonesia untuk pembelian dolar tercatat sebesar Rp17.858,26.
Dalam pergerakan intraday, rupiah dilaporkan bergerak pada rentang Rp17.943 hingga Rp18.000 per USD. Jika dibandingkan dengan awal tahun 2026, ketika dolar AS sempat berada di level Rp16.670, posisi saat ini menunjukkan kenaikan yang signifikan. Dalam 30 hari terakhir, dolar juga tercatat mencapai Rp17.637 dan sempat menyentuh Rp17.851 pada pertengahan pekan sebelumnya sebelum menguji level Rp18.000.
Di tengah tekanan terhadap rupiah, pelaku pasar diimbau mencermati perkembangan kebijakan suku bunga global serta langkah stabilisasi nilai tukar yang dilakukan Bank Indonesia. Pergerakan dolar AS dan kondisi pasar keuangan internasional masih menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam menentukan waktu transaksi valuta asing. Masyarakat dapat memantau perubahan kurs melalui layanan resmi perbankan maupun platform pemantau pasar seperti Investing.com dengan tetap memperhatikan perbedaan kurs beli dan kurs jual.


