Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mulai membuka peluang investasi untuk pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Pasirbuluh di Desa Cikidang, Kecamatan Lembang. Proyek tersebut ditawarkan kepada calon investor melalui ajang West Java Investment Roadshow 2026 di Jakarta sebagai salah satu proyek unggulan dalam West Java Investment Challenge (WJIC) 2026. Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail mengatakan, proyek ini diharapkan tidak hanya mengatasi persoalan sampah, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru melalui pengelolaan lingkungan.
Jeje menyebut ketertarikan sejumlah calon investor menjadi sinyal positif bagi pengembangan TPST Pasirbuluh. Dalam forum tersebut, Pemkab Bandung Barat mengikuti lima sesi pertemuan bisnis dengan sejumlah calon investor dan mitra strategis, termasuk JFE Engineering Corporation, Tigalapan Investama Group, Enterprise Singapore, PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero), dan DS Public Speaking Center. Pemerintah daerah akan melanjutkan komunikasi dengan pihak-pihak yang berminat agar penjajakan dapat berkembang menjadi rencana investasi konkret.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bandung Barat, Ibrahim Aji, menjelaskan bahwa TPST Pasirbuluh dirancang untuk menangani sampah dari wilayah utara, khususnya Kecamatan Lembang, Parongpong, dan Cisarua. Fasilitas ini juga diproyeksikan menjadi langkah antisipasi menghadapi rencana penutupan TPA Sarimukti. Dengan pengolahan sampah yang lebih dekat dari sumbernya, beban pengangkutan dapat dikurangi. Selain itu, pembangunan TPST dinilai berpotensi menekan biaya pengelolaan sampah yang diperkirakan meningkat hingga lima kali lipat jika seluruh sampah harus dikirim ke TPPAS Legok Nangka.
Sementara itu, Kepala DPMPTSP Bandung Barat, Hendra Trismayadi, memastikan pihaknya siap mendampingi calon investor mulai dari pengurusan perizinan hingga penyusunan kajian kelayakan atau feasibility study (FS). TPST Pasirbuluh direncanakan mengusung konsep ekonomi sirkular, yakni memilah dan mengolah sampah menjadi material atau produk bernilai ekonomi. Pemkab Bandung Barat berharap proyek ini dapat mengurangi beban persoalan sampah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.


