KABUPATEN BANDUNG BARAT – Peristiwa memilukan terjadi di sebuah kolam air yang berlokasi di Kampung Ciparang, RT 03 RW 09, Desa Ganjarsari, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat. Seorang pengunjung bernama Sahlan (21) dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di kolam dengan kedalaman 180 sentimeter tersebut pada Jumat (26/6/2026) siang.
Kapolsek Cikalongwetan, AKP Deden Indrajaya, S.H., M.M., membenarkan peristiwa yang sempat ramai diperbincangkan di media sosial ini. Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, kejadian bermula saat korban yang merupakan warga Kampung Nagrak, Desa Ganjarsari, tengah bermain bersama rekan-rekannya di sekitar kolam berukuran 10×20 meter itu sekitar pukul 14.00 WIB. Korban sempat mencoba menyelam, namun setelah empat menit berselang, ia tak kunjung muncul ke permukaan. Rekan-rekan korban yang panik segera meminta pertolongan untuk mengevakuasi korban ke pinggir kolam.
Saat diangkat, korban ditemukan dalam kondisi sudah lemas dan segera dilarikan menggunakan ambulans Desa Ganjarsari menuju RSUD Cikalongwetan. Sayangnya, nyawa korban tidak tertolong meski upaya medis telah dilakukan. Tim medis menyatakan bahwa penyebab kematian korban adalah banyaknya air yang masuk ke dalam paru-paru. Berdasarkan keterangan rekan-rekannya, diduga korban kehabisan napas saat menyelam, ditambah kondisi fisiknya yang kurang stabil akibat kurang tidur atau begadang. Pihak keluarga sendiri telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukannya autopsi dengan menandatangani surat pernyataan resmi. Saat ini, aparat dari Polsek Cikalongwetan dan Polres Cimahi telah melakukan olah tempat kejadian perkara serta meminta keterangan dari para saksi.
Menanggapi insiden tersebut, Kapolsek Deden Indrajaya memberikan imbauan tegas agar masyarakat meningkatkan pengawasan terhadap keluarga, terutama anak-anak, saat berada di area air. Ia menekankan agar tidak ada pihak yang membiarkan anak bermain di kolam tanpa didampingi orang dewasa yang mahir berenang. Selain itu, Deden meminta pihak pengelola kolam untuk memenuhi standar keselamatan, seperti memasang rambu peringatan kedalaman, memastikan pagar pengaman berfungsi, serta menyediakan alat pertolongan pertama. Ia juga menegaskan bahwa kolam penampungan air atau irigasi bukanlah tempat untuk bermain, sehingga warga sekitar harus memastikan akses ke lokasi tersebut terbatas demi mencegah insiden serupa. Terakhir, Deden mengingatkan pentingnya bagi masyarakat untuk mempelajari teknik pertolongan pertama, termasuk cara evakuasi yang aman dan pemberian Resusitasi Jantung Paru atau CPR dalam kondisi darurat.


