Nilai tukar rupiah menunjukkan performa positif terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari Selasa (9/6/2026). Penguatan mata uang Garuda ini dipicu oleh keputusan mendadak Bank Indonesia (BI) yang menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin, sehingga kini berada di level 5,5%.
Berdasarkan pantauan data Bloomberg, tekanan terhadap mata uang Negeri Paman Sam tersebut cukup signifikan sepanjang hari. Dolar AS tercatat melemah sebesar 0,75% atau merosot hingga 136,5 poin ke level Rp 18.051. Tren penguatan rupiah ini sudah terlihat sejak pembukaan perdagangan, di mana dolar AS sempat berada di angka Rp 18.160 atau terkoreksi 0,15%.
Langkah penyesuaian suku bunga ini diputuskan melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mingguan BI yang digelar hari ini. Selain menaikkan suku bunga acuan, bank sentral juga melakukan penyesuaian pada instrumen lainnya, yakni meningkatkan suku bunga Deposit Facility sebesar 25 basis poin menjadi 4,50% serta menaikkan suku bunga Lending Facility sebesar 25 basis poin menjadi 6,25%. Kendati keputusan ini diambil melalui rapat internal tanpa sesi konferensi pers seperti biasanya, pasar merespons positif kebijakan tersebut dengan mengerek nilai tukar rupiah lebih tinggi terhadap dolar AS.


