Memasuki puncak musim kemarau, ancaman kebakaran lahan di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai meningkat. Dalam sehari, Minggu (26/7/2026), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Bandung Barat menangani tiga kebakaran lahan di Kecamatan Padalarang, Parongpong, dan Lembang. Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka, kebakaran tersebut menghanguskan lebih dari tiga hektare lahan dan sempat mengancam permukiman warga. Kepala Disdamkarmat Bandung Barat, Siti Aminah Anshoriah, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau karena potensi kebakaran diperkirakan terus meningkat.
Kebakaran terbesar terjadi di kawasan Perum Jamar Bhakti Indah, Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang. Api yang diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah melalap sekitar tiga hektare perbukitan yang dipenuhi rumpun bambu dan alang-alang. Kobaran api sempat mengancam kawasan Cluster Arsaka Hills, Perumahan Jamar Bhakti Indah, hingga permukiman warga di Kampung Tipar Timur. Petugas mengerahkan sejumlah armada pemadam dan melakukan penyekatan api agar tidak meluas sebelum akhirnya berhasil dipadamkan setelah proses penanganan berlangsung selama beberapa jam.
Pada hari yang sama, kebakaran juga terjadi di Kampung Cihideung, Kecamatan Parongpong, yang menghanguskan sekitar 100 meter persegi kebun bambu di dekat Pondok Pesantren Mahad Nurul Huda. Dugaan sementara penyebabnya kembali mengarah pada pembakaran sampah. Sementara itu, kebakaran ketiga terjadi di kawasan tebing jurang Kampung Cijengkol, Desa Wangunsari, Kecamatan Lembang. Api membakar sekitar 60 meter persegi lahan yang dipenuhi alang-alang dan bambu. Karena lokasi sulit dijangkau kendaraan pemadam, petugas bersama warga melakukan pemadaman secara manual hingga api berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar satu jam.
Siti Aminah mengatakan penyebab kebakaran di Lembang masih dalam penyelidikan. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah maupun membuang puntung rokok sembarangan, terutama di kawasan yang dipenuhi vegetasi kering. Menurutnya, kondisi musim kemarau membuat api sangat mudah membesar dan merambat ke lahan maupun permukiman. Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar petugas dapat melakukan penanganan lebih cepat dan mencegah kebakaran meluas.


