Timbunan sampah di area perluasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat, semakin menggunung. Ketinggian tumpukan sampah di zona lima tersebut diperkirakan telah mencapai sekitar 10 meter sejak area perluasan dibuka setahun lalu. Kondisi ini membuat para sopir truk pengangkut sampah mulai mengkhawatirkan keselamatan mereka karena aktivitas pembuangan dilakukan di sekitar tumpukan yang berpotensi longsor.
Pantauan di lokasi pada Kamis (27/8/2026) menunjukkan sejumlah alat berat terus bekerja mengeruk dan meratakan sampah yang baru dibuang truk. Para sopir mengaku semakin waswas karena tingginya timbunan membuat proses pembuangan membutuhkan waktu lebih lama. Andi (30), sopir truk sampah dari Majalaya, mengaku khawatir dengan kondisi tersebut. Kekhawatiran serupa disampaikan Asep (59), sopir dari Kota Bandung, yang menyebut posisi truk terkadang berada sangat dekat dengan gunungan sampah sehingga rawan tertimbun apabila terjadi longsor.
Risiko tersebut dinilai semakin besar ketika musim hujan tiba. Dedi (39), sopir truk sampah dari Soreang, mengatakan para pengemudi biasanya menjaga jarak saat mengantre untuk mengantisipasi kemungkinan guguran sampah. Saat ini, pembuangan juga dibagi menjadi dua lokasi, yakni truk kecil membuang sampah di bagian atas timbunan, sedangkan truk besar berada di bawahnya. Menurut Dedi, truk yang berada di bawah memiliki risiko lebih besar jika terjadi longsor, sementara kendaraan di atas juga rawan ambles karena sistem dumping yang diterapkan di area tersebut. Ia berharap pemerintah menyediakan landasan yang lebih aman untuk kendaraan bermanuver saat membuang sampah.
Kekhawatiran para sopir bukan tanpa alasan. Guguran sampah dan tanah sebelumnya sempat menutup jalur baru di area perluasan yang digunakan sebagai pintu keluar truk sehingga aktivitas kendaraan terganggu dan menimbulkan antrean. TPA Sarimukti juga pernah mengalami longsor pada 8 Maret 2025 di area atas gunungan sampah. Peristiwa tersebut disaksikan sejumlah pemulung yang berada di sekitar lokasi, tetapi tidak menimbulkan korban jiwa. Kondisi itu menjadi peringatan bahwa semakin tingginya gunungan sampah perlu diikuti dengan pengelolaan dan sistem keselamatan yang memadai agar aktivitas para pengemudi, pekerja, maupun pemulung di TPA Sarimukti tidak semakin berisiko.


