Musim kemarau panjang mulai mengubah kondisi objek wisata Kawah Putih di Desa Alamendah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung. Debit air di danau kawah vulkanik tersebut menyusut cukup signifikan dan kini diperkirakan hanya tersisa sekitar 50 persen dibandingkan kondisi normal. Manager Klaster Ciwidey PT Palawi Risorsis, Dudung Suhaeri, mengatakan penyusutan air merupakan fenomena yang biasa terjadi saat kemarau karena danau Kawah Putih tidak memiliki sumber air tetap dan lebih mengandalkan tampungan air hujan.
Dudung menjelaskan, saat ini penyusutan volume air sudah mencapai sekitar 50 persen dari kondisi normal. Meski terlihat cukup drastis, kondisi tersebut bersifat sementara dan diperkirakan akan kembali normal ketika hujan mulai turun. “Kalau kita lihat penampakannya sudah memasuki 50 persen dari kondisi air yang ada, untuk penyusutannya. Kalau nanti kembali hujan juga bakal cepat sekali begitu normalnya,” ujar Dudung. Berdasarkan pantauan di lokasi, genangan air berwarna putih kehijauan kini lebih banyak berada di bagian tengah kawah, sementara tepian danau yang biasanya tertutup air mulai mengering.
Menariknya, kondisi air yang menyusut justru menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian wisatawan, khususnya mereka yang gemar fotografi. Munculnya area tepian yang sebelumnya terendam membuat batuan putih di sekitar danau semakin terlihat dan membentuk hamparan yang menarik untuk dijadikan latar foto. Dudung memastikan penyusutan air tersebut sejauh ini belum berdampak terhadap tingkat kunjungan wisatawan. Sejumlah pengunjung bahkan memanfaatkan area yang mengering untuk berswafoto bersama keluarga sambil menikmati pemandangan Kawah Putih.
Di sisi lain, kunjungan wisatawan ke Kawah Putih justru sempat mengalami peningkatan pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Dudung menyebut jumlah pengunjung mencapai sekitar 5.000 orang per hari menjelang dan selama periode Agustus 2026. Angka tersebut bahkan berada di luar perkiraan karena pada tahun-tahun sebelumnya jumlah kunjungan biasanya cenderung menurun secara bertahap setelah memasuki periode tersebut. Kondisi ini menunjukkan Kawah Putih tetap menjadi salah satu tujuan wisata favorit meski tengah menghadapi penyusutan debit air akibat musim kemarau.


