Sejumlah ruas jalan di Kota Bandung, Jawa Barat, mendapat penyemprotan untuk mengantisipasi dampak sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Langkah tersebut dilakukan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kota Bandung untuk mencegah abu yang mengendap di permukaan jalan kembali beterbangan dan mengganggu mobilitas masyarakat.
Kepala Damkarmatan Kota Bandung Soni Bakhtiyar mengatakan penyemprotan difokuskan pada ruas jalan dengan tingkat lalu lintas tinggi, termasuk jalur yang menjadi akses wisatawan menuju Kota Bandung. Penyemprotan dilakukan sesuai arahan Wali Kota Bandung sebagai bagian dari upaya menjaga aktivitas masyarakat tetap berjalan di tengah sebaran abu vulkanik.
Sejumlah ruas jalan yang telah disemprot di antaranya Jalan Asia Afrika, Otista, Ir H Juanda, Supratman-Diponegoro, Majapahit, Martadinata atau Riau, serta Westukencana. Petugas tidak hanya menyemprot badan jalan, tetapi juga membersihkan abu yang mengendap di trotoar, dedaunan, dan pepohonan agar tidak kembali terangkat oleh angin maupun kendaraan yang melintas.
Soni memastikan ketersediaan air untuk penanganan abu vulkanik masih mencukupi. Petugas memanfaatkan sumber air dari hidran dan sejumlah kolam retensi yang tersedia di Kota Bandung. Penyemprotan diharapkan dapat mengurangi debu yang kembali beterbangan sehingga dampak terhadap aktivitas dan mobilitas warga, terutama di kawasan dengan lalu lintas padat, bisa diminimalkan.


