Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan investigasi terkait dugaan penganiayaan dan pelecehan yang menyeret nama Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila telah berjalan. Investigasi tersebut dilakukan oleh Inspektorat Provinsi Jawa Barat untuk mengungkap fakta di balik informasi yang sebelumnya beredar. Dedi menegaskan pemeriksaan dilakukan terhadap seluruh pihak yang berkaitan dengan isu tersebut, termasuk Wakil Bupati Sumedang, asisten pribadi, hingga istrinya.
“Jadi tidak asumsi, semua pihak kita periksa, Wabupnya, asprinya, istrinya, kita periksa untuk mendapat keterangan,” ujar Dedi Mulyadi saat diwawancarai TribunJabar.id di Bandung, Sabtu (29/8/2026). Menurut Dedi, langkah pemeriksaan tersebut diperlukan agar persoalan tidak berkembang menjadi asumsi atau spekulasi di tengah masyarakat. Ia menargetkan proses investigasi dapat rampung pada pekan depan dan hasilnya akan disampaikan kepada publik secara terbuka.
Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila menyambut baik langkah investigasi yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Ia mengaku tidak keberatan diperiksa dan siap memberikan keterangan kepada tim yang dibentuk Dedi Mulyadi. “Saya sambut baik, biar terang-benderang semuanya,” kata Fajar kepada TribunJabar.id, Jumat (28/8/2026). Ia berharap proses tersebut dapat menghentikan beredarnya informasi yang tidak memiliki dasar jelas serta mencegah munculnya asumsi liar di masyarakat.
Sebelumnya, kabar mengenai dugaan penganiayaan, penyekapan, dan pelecehan terhadap seorang sekretaris pribadi (sekpri) Wakil Bupati Sumedang beredar melalui pesan WhatsApp berantai dan media daring lokal. Namun, R yang disebut sebagai korban dalam kabar tersebut membantah seluruh tudingan itu. “Tidak ada penganiayaan dan penyekapan, apalagi pelecehan,” kata R. Dengan adanya investigasi Inspektorat Jabar, Dedi Mulyadi berharap seluruh informasi yang beredar dapat diuji berdasarkan keterangan para pihak dan fakta yang ditemukan di lapangan.


