Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB), Dadan Supardan, mendorong pemerintah pusat meningkatkan alokasi Transfer ke Daerah (TKD), termasuk Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Bagi Hasil (DBH). Aspirasi tersebut disampaikan Dadan saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) Asosiasi Dewan Kabupaten Seluruh Indonesia (ADKASI) bersama pimpinan dan anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (31/8/2026).
Dalam forum tersebut, Dadan meminta kebijakan transfer fiskal lebih memperhatikan kebutuhan pembangunan di daerah. Menurutnya, dukungan anggaran dari pemerintah pusat sangat penting untuk menjaga kesinambungan pembangunan sekaligus mengurangi kesenjangan antarwilayah. “Kami mendorong agar ada peningkatan TKD. Selain itu, kami juga mengusulkan agar DAK dan DBH dikembalikan secara optimal untuk daerah. Ini penting agar pemerataan pembangunan yang berkelanjutan benar-benar bisa dirasakan sampai ke pelosok,” ujar Dadan dalam keterangan yang diterima Rabu (2/9/2026).
Dadan mengatakan DAK dan DBH memiliki peran penting dalam mendukung berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur, jalan, irigasi, pendidikan, kesehatan, hingga penguatan ekonomi. Ia menilai kemampuan fiskal setiap daerah berbeda sehingga formulasi anggaran nasional perlu mempertimbangkan kondisi masing-masing wilayah. “Tanpa dukungan anggaran yang optimal dari pusat, akan sulit bagi daerah untuk mengejar ketertinggalan dan mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan,” tegasnya. Bagi Bandung Barat, dukungan fiskal dari pemerintah pusat dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk mempercepat pembangunan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.
Ia berharap aspirasi yang disampaikan melalui ADKASI dapat menjadi pertimbangan Banggar DPR RI dalam pembahasan kebijakan anggaran nasional, khususnya terkait formulasi TKD. Dadan juga menekankan pentingnya komunikasi antara DPRD kabupaten dan pemerintah pusat agar kebijakan fiskal tidak sekadar berbicara mengenai angka, tetapi mampu menjawab persoalan masyarakat di daerah. “Kami dari ADKASI berkomitmen menjadi jembatan aspirasi. Semoga apa yang kami sampaikan hari ini bisa menjadi perhatian dalam pembahasan APBN ke depan,” pungkasnya.


