Keselamatan pelajar saat menyeberangi Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Jawa Barat, menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Bandung. Pemkot Bandung memprioritaskan pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di sejumlah titik rawan sekolah, khususnya di kawasan SMKN 9 dan SMKN 13 Bandung. Fasilitas tersebut menjadi bagian dari penataan terpadu koridor Cibeureum hingga Cibiru yang ditargetkan mulai berjalan secara bertahap pada Oktober 2026.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, penataan Jalan Soekarno-Hatta akan mencakup sejumlah infrastruktur pendukung keselamatan masyarakat, mulai dari trotoar, Penerangan Jalan Umum (PJU), hingga JPO. “Oktober kita jalan semuanya. Soekarno-Hatta dari Cibeureum sampai Cibiru kita sudah berkesepakatan, sudah keluar programnya. Kita rapikan bersama, mulai dari trotoar, PJU, dan JPO,” ujar Farhan, Kamis (3/9/2026). Menurutnya, pembangunan JPO di sekitar SMKN 9 dan SMKN 13 membutuhkan koordinasi lintas sektor karena lahan berada dalam kewenangan pemerintah pusat, fasilitas sekolah menjadi kewenangan Pemprov Jabar, sedangkan anggaran pembangunan disiapkan Pemkot Bandung.
Farhan memastikan persoalan administrasi tersebut tidak akan menghambat upaya menghadirkan fasilitas penyeberangan yang aman bagi pelajar. Terlebih, Jalan Soekarno-Hatta merupakan jalur arteri dengan tingkat kepadatan dan kecepatan kendaraan yang tinggi sehingga memiliki risiko kecelakaan. Sepanjang 2026, sejumlah kecelakaan tercatat terjadi di ruas jalan tersebut, di antaranya kecelakaan yang melibatkan dua pelajar di kawasan Buahbatu pada 21 Agustus, kecelakaan maut di Cinambo pada 29 Agustus, serta kecelakaan beruntun yang melibatkan 11 kendaraan di dekat Terminal Leuwipanjang pada 29 Juli 2026.
Kondisi tersebut semakin memperkuat urgensi penataan infrastruktur keselamatan di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta. Selain pembangunan JPO, Pemkot Bandung juga akan melakukan pembenahan trotoar dan PJU secara terpadu dari Cibeureum hingga Cibiru. Pemerintah berharap penataan tersebut tidak hanya mempercantik koridor jalan, tetapi juga memberikan akses penyeberangan yang lebih aman dan nyaman, terutama bagi para pelajar yang setiap hari harus melintasi jalur padat tersebut.


