Kampung Mural di Padalarang, Warga Patungan Percantik Lingkungan Sambut HUT RI ke-81

Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa begitu semarak di Kampung Rancabali, Gang Karangsari, RW 04, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Warga setempat secara swadaya mengubah kawasan permukiman menjadi kampung mural yang dipenuhi lukisan bertema nasionalisme, budaya Sunda, hingga Persib Bandung. Hampir seluruh sudut kampung dihiasi warna-warni mural yang membentang di tembok rumah, pagar, tiang lampu, hingga saluran drainase. Di pintu masuk, berdiri gapura berbahan anyaman bambu lengkap dengan logo resmi HUT RI ke-81 bertema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, semakin memperkuat nuansa kemerdekaan sekaligus identitas budaya lokal.

Tradisi mempercantik kampung menjelang peringatan kemerdekaan telah dilakukan warga sejak 2019 sebagai bentuk gotong royong sekaligus upaya mengubah citra lingkungan yang sebelumnya terkesan kumuh menjadi lebih bersih, tertata, dan menarik. Beragam mural menampilkan tokoh-tokoh nasional seperti Presiden pertama RI Ir. Soekarno, Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, hingga berbagai ikon budaya Jawa Barat. Namun, mural bertuliskan “Persib Bandung 1933” menjadi daya tarik utama yang ramai dikunjungi masyarakat. Salah seorang pengunjung, Salsabila, mengaku datang setelah melihat unggahan mural tersebut di media sosial. Menurutnya, Persib bukan sekadar klub sepak bola, melainkan bagian dari kebanggaan dan identitas masyarakat Jawa Barat. Sementara itu, mural bergambar macan dengan kujang khas Sunda juga sempat menarik perhatian pengunjung karena sempat disangka menggambarkan klub sepak bola lain.

Ketua RW 04 Desa Padalarang, Yudi Hendrawan, mengatakan gerakan mural lahir dari keinginan warga untuk menghadirkan lingkungan yang lebih indah dan nyaman. Seluruh proses pengerjaan dilakukan secara gotong royong, mulai dari membuat desain hingga mengecat mural, dengan biaya yang berasal dari iuran warga serta bantuan sejumlah donatur. Tahun ini, persiapan dilakukan dalam waktu lebih singkat akibat keterbatasan anggaran. Karena itu, warga lebih memprioritaskan memperbarui mural yang mulai pudar dan menambahkan beberapa gambar baru agar kawasan tetap terlihat segar. Pengerjaan melibatkan tiga RT di wilayah RW 04 dengan semangat kebersamaan yang tetap terjaga.

Untuk menyelesaikan seluruh proyek, warga menghabiskan sekitar 30 kilogram cat dengan biaya lebih dari Rp2 juta yang seluruhnya berasal dari swadaya masyarakat. Selain mempercantik mural, sebanyak 14 gapura di lingkungan RW 04 juga dihias menggunakan ornamen anyaman bambu dan kujang sebagai ciri khas budaya Sunda. Yudi mengungkapkan antusiasme warga tidak pernah surut meski kegiatan ini rutin dilakukan setiap tahun. Ke depan, ia berharap Kampung Karangsari dapat berkembang menjadi salah satu kampung tematik di Kabupaten Bandung Barat yang dikenal luas sebagai destinasi wisata berbasis masyarakat, tanpa menghilangkan tujuan utamanya, yakni menciptakan lingkungan yang bersih, nyaman, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap kampung sendiri.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data