Kebakaran melanda kawasan hutan di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Selasa (8/9/2026). Sedikitnya terdapat dua titik api yang terlihat di kawasan Blok Gedig, wilayah perbatasan Kecamatan Cipatat dan Cipeundeuy. Api membakar rerumputan hingga sejumlah pohon dan perlahan menjalar ke area yang lebih luas.
Asisten Perhutani BKPH Padalarang KPH Bandung Utara, Budi Hermawan, mengatakan titik api mulai terlihat pada Selasa sore. Petugas Perhutani langsung berupaya melakukan pemadaman menggunakan peralatan manual. Budi menduga kebakaran tersebut dipicu aktivitas manusia, seperti membuang puntung rokok sembarangan maupun pembakaran saat melakukan pembersihan lahan. Ia mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran untuk membuka atau membersihkan lahan, terutama saat kondisi kawasan hutan mudah terbakar.
Titik api juga ditemukan di kawasan hutan menuju Kampung Cigangsa, Desa Nanggeleng, Kecamatan Cipeundeuy. Api terlihat di area tebing hingga mendekati tepi jalan dan menimbulkan kepulan asap yang masuk ke badan jalan. Kondisi tersebut membuat pengguna jalan di akses Rajamandala-Cipeundeuy harus melintas di tengah kepulan asap. Kebakaran di kawasan hutan sekitar TPA Sarimukti bukan kali pertama terjadi, setelah sebelumnya tercatat terjadi pada 2023 dan kebakaran juga pernah melanda gunungan sampah di TPA Sarimukti pada Agustus 2023.
Pada hari yang sama, kebakaran juga terjadi di kawasan Kampung Babakan Pari dan Haurngambang, Desa Batujajartimur, Kecamatan Batujajar. Kebakaran yang berlangsung sejak sekitar pukul 14.00 WIB tersebut berhasil dipadamkan sekitar pukul 23.00 WIB setelah melibatkan warga, relawan, aparat kewilayahan dan personel kepolisian. Staf Kecamatan Batujajar Ratno Fajar juga menduga kebakaran dipicu ulah manusia. Rangkaian kebakaran di sejumlah wilayah KBB tersebut menjadi perhatian dan masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan serta menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran di kawasan hutan dan lahan terbuka.


