Dampak musim kemarau mulai memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Bandung. Menyikapi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung mengintensifkan penyaluran bantuan air bersih kepada warga yang terdampak. Salah satu wilayah yang menjadi prioritas penanganan adalah Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari, di mana belasan RW mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Bandung, Diki Sudrajat, mengatakan pihaknya telah mendistribusikan 15 ribu liter air bersih menggunakan mobil tangki ke tiga titik di Desa Wargaluyu, yakni Kampung Cihonje RW 1 dan RW 2 serta Kampung Bunisakti. Bantuan tersebut disalurkan kepada 666 kepala keluarga atau sebanyak 2.134 jiwa. Dalam pelaksanaannya, BPBD juga bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bandung agar distribusi air bersih dapat menjangkau seluruh warga yang membutuhkan.
Selain Kecamatan Arjasari, BPBD juga mulai menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah lain yang terdampak kekeringan, seperti Rancaekek, Cimaung, Cileunyi, Katapang, Pasirjambu, hingga Margaasih. Untuk mengurangi dampak kemarau yang semakin meluas, BPBD terus berkoordinasi dengan berbagai instansi, termasuk Dinas PUTR, Disperkimtan, serta Perumda Air Minum Tirta Raharja, guna memperkuat penanganan melalui distribusi air bersih dan pengembangan jaringan perpipaan.
Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari kebijakan Bupati Bandung Dadang Supriatna yang telah menetapkan status Siaga Darurat Bencana Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan. Status siaga yang berlaku sejak 18 Juni hingga 30 September 2026 itu diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan seluruh pihak dalam menghadapi ancaman kekeringan sekaligus memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau.


