Panitia Musyawarah Daerah (Musda) V Partai Golkar Kabupaten Bandung Barat (KBB) resmi membuka pendaftaran bakal calon Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar. Pendaftaran dibuka hingga Sabtu (1/8/2026) pukul 24.00 WIB sebagai awal proses pemilihan pimpinan baru partai berlambang pohon beringin tersebut. Ketua Organizing Committee (OC) Musda V Partai Golkar KBB, Gaston Barus, mengatakan seluruh berkas bakal calon akan langsung diverifikasi setelah masa pendaftaran berakhir sesuai ketentuan organisasi.
Musda V Partai Golkar KBB mengusung tema “Bersatu dalam Langkah, Solid dalam Perjuangan, Maju dalam Karya” dan digelar berdasarkan Blueprint Musda Partai Golkar Kabupaten/Kota Tahun 2026 serta persetujuan DPD Partai Golkar Jawa Barat. Menurut Gaston, forum tersebut bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat konsolidasi internal sekaligus menyusun strategi menghadapi agenda politik mendatang. Panitia pun berkomitmen menyelenggarakan Musda secara profesional, demokratis, dan transparan untuk menghasilkan pemimpin yang berintegritas.
Ketua Steering Committee (SC), Eber Simbolon, menjelaskan setiap bakal calon wajib memenuhi persyaratan yang telah diatur dalam Peraturan Organisasi Partai Golkar, di antaranya pernah menduduki jabatan struktural di partai, berpendidikan minimal Diploma III (D3), serta mengantongi dukungan sedikitnya sembilan dari 16 Pimpinan Kecamatan (PK). Dari total 22 pemegang hak suara dalam Musda, dukungan Pimpinan Kecamatan menjadi syarat utama yang menentukan kelolosan pencalonan. Panitia menegaskan bakal calon yang tidak memenuhi seluruh persyaratan administrasi akan dinyatakan gugur.
Musda V Partai Golkar Kabupaten Bandung Barat dijadwalkan berlangsung pada Minggu (2/8/2026) di Mason Pine Hotel, Padalarang. Selain memilih Ketua DPD Partai Golkar periode 2025–2030, agenda tersebut juga akan diisi dengan pendidikan politik bagi para kader. Panitia berharap Musda di Bandung Barat dapat menjadi contoh pelaksanaan yang profesional di Jawa Barat sekaligus melahirkan kepemimpinan baru yang mampu memperkuat mesin partai, meningkatkan perolehan suara pada Pemilu, dan membawa Partai Golkar meraih kemenangan pada Pilkada mendatang.


