Polisi akhirnya mengamankan seorang pria berinisial MHA (19) yang diduga terlibat dalam kasus penembakan terhadap seorang anak di bawah umur menggunakan senjata jenis airsoft gun di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Terduga pelaku ditangkap di Gang Babakan Pogor, Desa Mangkurakyat, Kecamatan Cilawu, pada Jumat (9/10/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Penangkapan tersebut dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Resmob Polda Jawa Barat, Team Sancang Satreskrim Polres Garut, serta Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Garut.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, mengatakan pengungkapan kasus ini bermula dari peristiwa yang terjadi pada Minggu (27/9/2026). Korban berinisial P (14) dilaporkan mengalami pembengkakan dan pendarahan pada mata kiri setelah pulang dari kegiatan berkemah. Awalnya, luka yang dialami korban diduga disebabkan oleh bola plastik. Namun, setelah menjalani pemeriksaan medis di Rumah Sakit Cicendo, ditemukan serpihan logam pada mata kiri korban. Temuan tersebut kemudian menjadi bagian dari proses penyelidikan polisi untuk mengungkap penyebab luka yang dialami korban.
Berdasarkan keterangan salah seorang teman korban, polisi memperoleh informasi mengenai seorang pria berinisial H yang diduga datang ke lokasi kegiatan dan melepaskan tembakan menggunakan airsoft gun sebanyak tiga kali. Salah satu tembakan diduga mengenai mata kiri korban hingga menyebabkan luka serius. Dalam penangkapan tersebut, polisi turut menyita satu unit senjata airsoft gun model Glock 19 berwarna hitam perak yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut. Barang bukti itu akan diteliti lebih lanjut untuk mendukung proses penyelidikan dan mengungkap keterlibatan terduga pelaku.
Setelah diamankan, MHA bersama barang bukti dibawa ke Mapolres Garut untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Hendra Rochmawan menyampaikan bahwa penyidik akan mendalami keterangan para pihak serta meneliti barang bukti guna mengungkap secara utuh kronologi kejadian. Polisi juga akan memastikan peran terduga pelaku dan mendalami unsur pidana dalam kasus tersebut. Proses penyelidikan masih berlanjut untuk mengungkap secara menyeluruh peristiwa yang mengakibatkan seorang anak berusia 14 tahun mengalami luka serius pada bagian mata kirinya.


