Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mulai menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga Kecamatan Cipatat dan Padalarang yang diduga terdampak paparan debu kapur. Program yang dimulai sejak Sabtu (25/7/2026) ini merupakan kerja sama Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. Pemeriksaan dilakukan melalui tracing Tuberkulosis (TBC) yang terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG), dilengkapi skrining gangguan pernapasan menggunakan kuesioner PUMA, spirometri, hingga pemeriksaan portable X-ray.
Untuk mendukung kegiatan tersebut, pemerintah menyiapkan lima unit portable X-ray, terdiri dari tiga unit bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan dua unit milik Dinkes Bandung Barat. Alat tersebut ditempatkan di Puskesmas Jayamekar, Tagogapu, Sumur Bandung, dan Cipatat, sementara satu unit disiagakan sebagai cadangan. Antusiasme masyarakat pun cukup tinggi. Di Puskesmas Sumur Bandung tercatat 136 warga mengikuti pemeriksaan, sedangkan di Puskesmas Jayamekar sebanyak 100 warga ikut menjalani Cek Kesehatan Gratis dengan dukungan tenaga medis dari sejumlah rumah sakit.
Selain memeriksa kondisi kesehatan warga, tim juga melakukan pengukuran kualitas udara di kawasan permukiman. Sebanyak 15 rumah di RW 22 wilayah kerja Puskesmas Cipatat menjadi lokasi pengambilan sampel kadar debu. Hasil sementara menunjukkan tujuh rumah memiliki kadar partikulat PM10 dan PM2,5 yang melebihi ambang batas. Meski demikian, Dinas Kesehatan menegaskan temuan tersebut belum bisa dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa pencemaran berasal dari aktivitas industri, mengingat saat pengukuran tidak seluruh mesin pabrik beroperasi dan lokasi permukiman juga berada di dekat jalan raya.
Pelaksana Tugas Kepala Dinkes Bandung Barat, Lia Nurliani Sukandar, mengatakan hingga kini belum ditemukan bukti adanya gangguan kesehatan yang secara langsung disebabkan oleh paparan debu kapur. Seluruh hasil pemeriksaan, mulai dari spirometri hingga portable X-ray, masih dalam proses evaluasi. Pemerintah memastikan pemantauan kesehatan warga akan terus dilakukan, sementara masyarakat yang membutuhkan penanganan lanjutan akan dirujuk ke fasilitas kesehatan. Program pemeriksaan massal ini dijadwalkan berlangsung hingga Jumat pekan depan untuk memastikan kondisi kesehatan warga terdampak dapat dipantau secara menyeluruh.


