Kondisi Alun-Alun Kabupaten Bandung Barat (KBB) di kawasan Ngamprah kembali menjadi sorotan. Ruang terbuka yang dibangun sebagai ikon baru dan pusat aktivitas masyarakat itu kini diduga kerap dijadikan lokasi pesta minuman keras. Saat dipantau pada Minggu (26/7/2026), sejumlah fasilitas terlihat rusak, mulai dari bagian atap hingga beberapa elemen bangunan. Sampah juga berserakan di berbagai sudut, sementara dinding dipenuhi coretan yang menunjukkan minimnya perawatan.
Temuan yang paling mencolok adalah banyaknya pecahan botol kaca dan botol minuman yang diduga bekas miras di sejumlah titik kawasan. Kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa alun-alun sering digunakan sebagai tempat berkumpul pada malam hari untuk menggelar pesta minuman keras. Situasi ini pun memicu keprihatinan warga dan menimbulkan pertanyaan terkait pengawasan terhadap ruang publik yang dibangun menggunakan anggaran miliaran rupiah.
Alun-Alun KBB sendiri dibangun pada 2023 dengan bantuan anggaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat senilai sekitar Rp12 miliar di atas lahan seluas 2,5 hektare. Kawasan tersebut dirancang sebagai ruang terbuka hijau berkonsep modern yang dapat menjadi pusat rekreasi, interaksi sosial, sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat melalui pelaku UMKM. Namun, kondisi yang terlihat saat ini dinilai jauh dari tujuan awal pembangunannya karena kerusakan dan kurangnya pemeliharaan.
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat memastikan akan melakukan penataan ulang kawasan alun-alun tersebut. Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, menegaskan alun-alun akan dikembalikan fungsinya sebagai ruang publik yang bersih, nyaman, sekaligus menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat. Warga pun berharap rencana tersebut segera direalisasikan dan dibarengi dengan pengawasan yang lebih ketat agar aset daerah bernilai miliaran rupiah itu tidak kembali disalahgunakan serta benar-benar menjadi kebanggaan masyarakat Bandung Barat.


