Gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang wilayah barat Kolombia pada Senin (10/8/2026) pukul 07.34 waktu setempat. Guncangan kuat tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur di sejumlah wilayah dan memicu kepanikan warga. Sedikitnya 111 orang dilaporkan meninggal dunia akibat bencana tersebut.
Dampak gempa juga terasa pada sektor transportasi. Sejumlah bandara utama di Kolombia terpaksa ditutup sementara karena kondisi yang dinilai belum aman. Penutupan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi sekaligus untuk memastikan fasilitas penerbangan tidak mengalami kerusakan yang dapat membahayakan penumpang dan petugas.
Situasi darurat akibat gempa membuat pemerintah Kolombia segera mengambil langkah penanganan. Presiden Kolombia Abelardo De La Espriella menetapkan status darurat nasional pada Senin sore untuk mempercepat proses evakuasi, penanganan korban, serta pemulihan wilayah yang terdampak. Pemerintah juga mengerahkan sumber daya untuk menangani dampak kerusakan yang meluas.
Hingga kini, proses penanganan dan pendataan korban masih berlangsung. Tim penyelamat terus melakukan pencarian serta memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak gempa. Pemerintah Kolombia mengimbau warga tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan dan mengikuti arahan petugas selama kondisi darurat berlangsung.


