Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berpotensi bergerak melemah pada perdagangan Selasa (11/8/2026) di tengah sikap pelaku pasar yang masih wait and see terhadap berbagai sentimen global dan domestik. Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata mengatakan, IHSG perlu kembali menembus dan bertahan di atas level 6.377 untuk melanjutkan penguatan menuju 6.463-6.500, dengan target berikutnya 6.723. Sebaliknya, jika melemah di bawah 6.299, IHSG berisiko terkoreksi menuju 6.264 hingga 6.230. Pada pembukaan perdagangan, IHSG menguat 18,44 poin atau 0,29 persen ke level 6.383,81.
Dari pasar global, perhatian investor tertuju pada rilis data inflasi Amerika Serikat melalui Consumer Price Index (CPI) Juli 2026 yang dijadwalkan pada Rabu (12/8). Data tersebut menjadi salah satu indikator penting bagi arah kebijakan suku bunga The Fed. Pasar memperkirakan inflasi tahunan AS melambat menjadi 3,4 persen dari 3,5 persen pada Juni. Ekspektasi kenaikan suku bunga pada September juga mulai berkurang setelah data tenaga kerja Juli menunjukkan penurunan 23.000 pekerjaan serta adanya revisi payroll Mei-Juni sebesar 103.000 pekerjaan.
Sentimen global lainnya datang dari meningkatnya kembali ketegangan Amerika Serikat dengan Iran. Iran menolak pembicaraan langsung dengan AS dan menetapkan sejumlah syarat untuk pembukaan kembali Selat Hormuz, termasuk pencabutan sanksi dan penghentian blokade laut. Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko terhadap kelancaran perdagangan energi global. Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat dan sejumlah bursa Eropa ditutup bervariasi hingga melemah. Di kawasan Asia, pergerakan juga beragam dengan Nikkei dan Kospi menguat, sementara Shanghai dan Hang Seng berada di zona merah.
Dari dalam negeri, sentimen pasar turut dipengaruhi penurunan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Juli 2026 menjadi 116,8 dari 117,8 pada bulan sebelumnya. Indeks Ekspektasi Konsumen juga turun menjadi 125,7 dari 126,4, meski masih berada dalam level optimistis. Porsi pendapatan masyarakat untuk cicilan meningkat menjadi 10,5 persen, sedangkan konsumsi naik tipis menjadi 73 persen, yang menunjukkan ruang belanja mulai terbatas. Di sisi kebijakan, pasar juga mencermati pengajuan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur BI definitif oleh Presiden Prabowo Subianto kepada DPR.


