Sebanyak 175 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Bandung Barat kini mendapatkan akses listrik melalui program penyambungan listrik gratis yang diberikan PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT). Program ini menjadi salah satu bentuk manfaat pembangunan PLTA Upper Cisokan Pumped Storage (UCPS) yang mulai dirasakan masyarakat di sekitar wilayah proyek. Bantuan tersebut diberikan kepada warga di Desa Sarinagen dan Desa Karangsari, Kecamatan Cipongkor, serta Desa Cibitung, Desa Cicadas, dan Desa Bojongsalam, Kecamatan Rongga.
Program penyambungan listrik gratis tersebut dilakukan dalam dua tahap. Pada tahap pertama, PLN memberikan sambungan listrik kepada 85 KK di Kecamatan Cipongkor, sedangkan tahap kedua menyasar 90 KK di Kecamatan Rongga. Dengan demikian, total terdapat 175 KK yang telah menerima bantuan sambungan listrik. Program ini dilaksanakan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai bagian dari upaya memperluas akses kelistrikan, khususnya bagi masyarakat prasejahtera yang sebelumnya belum memiliki sambungan listrik.
General Manager PLN UIP JBT Kishartanto Purnomo Putro mengatakan akses listrik merupakan kebutuhan dasar yang dapat mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat. Kehadiran listrik di rumah warga diharapkan tidak hanya memberikan penerangan, tetapi juga membuka lebih banyak kesempatan untuk kegiatan belajar, bekerja, hingga mengembangkan usaha. PLN juga berupaya memastikan pembangunan PLTA Upper Cisokan tidak hanya memberikan manfaat bagi sistem kelistrikan dalam jangka panjang, tetapi turut memberikan dampak positif kepada masyarakat selama proyek berlangsung.
Selain penyediaan akses listrik, manfaat pembangunan PLTA Upper Cisokan bagi masyarakat sekitar juga diwujudkan melalui dukungan terhadap pembangunan dan peningkatan infrastruktur. Proyek tersebut diketahui turut berkaitan dengan pembangunan jalan dan jembatan serta sarana pendukung lainnya di kawasan sekitar proyek. PLTA Upper Cisokan sendiri merupakan proyek pembangkit listrik tenaga air berkapasitas 1.040 megawatt (MW) yang menggunakan teknologi pumped storage. Pembangkit ini diproyeksikan membantu memperkuat keandalan sistem kelistrikan sekaligus mendukung integrasi energi terbarukan ke dalam sistem listrik nasional.


