Nama Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menjadi perhatian setelah KPK menetapkan delapan tersangka dalam kasus dugaan suap dan penerimaan lainnya di lingkungan ATR/BPN. Perkara tersebut berkaitan dengan pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di Kabupaten Bogor. KPK menyebut empat tersangka dari pihak swasta, yakni Arif Sugiyanto, Fahd El Fouz alias Fahd Arafiq, Muhammad Fakhry, dan Erwin, diduga merupakan orang kepercayaan Menteri ATR/BPN. Meski demikian, Nusron Wahid tidak termasuk dalam delapan tersangka yang ditetapkan KPK.
Kasus tersebut berkaitan dengan dugaan pemberian uang untuk mengurus sejumlah persoalan pertanahan, termasuk perpanjangan atau pemecahan HGB serta pembukaan blokir SHGB. Di tengah sorotan tersebut, sosok Nusron Wahid kembali menjadi perhatian publik, termasuk mengenai latar belakang dan perjalanan kariernya hingga dipercaya menduduki posisi Menteri ATR/BPN. Nusron merupakan politikus Partai Golkar yang lahir di Kudus pada 12 Oktober 1973. Ia saat ini menjabat sebagai Menteri ATR/Kepala BPN dan sebelumnya memiliki pengalaman panjang di organisasi kemahasiswaan, kepemudaan, keagamaan, hingga politik.
Pendidikan tinggi Nusron ditempuh di Universitas Indonesia dengan mengambil jurusan Sejarah dan lulus pada 1998. Ia kemudian melanjutkan pendidikan magister Ilmu Ekonomi di Institut Pertanian Bogor dan menyelesaikannya pada 2011. Sejak masa kuliah, Nusron dikenal aktif dalam organisasi mahasiswa. Ia kemudian terpilih menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) periode 2000-2003. Pengalaman organisasinya berlanjut di Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor), hingga akhirnya ia terpilih sebagai Ketua Umum PP GP Ansor dalam Kongres XIV di Surabaya pada Januari 2011 dan memimpin organisasi tersebut untuk periode 2011-2016.
Jejak Nusron juga berlanjut di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU). Dalam riwayat organisasinya, ia tercatat pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PBNU periode 2021-2023. Selain aktivitas organisasi, Nusron juga terjun ke politik melalui Partai Golkar dan pernah menjadi anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Tengah II. Perjalanan panjang di organisasi dan politik tersebut kemudian menjadi bagian dari rekam jejak Nusron hingga dipercaya masuk ke pemerintahan dan menjabat sebagai Menteri ATR/Kepala BPN.


