DPRD KBB Rapat Paripurna Pembahasan Persetujuan KUA PPAS Tahun 2023

Upost.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menggelar rapat paripurna masa persidangan I tahun sidang IV rapat ke 1 yang di gelar di Hotel Panorama Lembang, pada Rabu 31 Agustus 2022.

 

Dalam pembahasan rapat paripurna kali ini materi pokok yang akan disampaikan langsung oleh ketua Rismanto diantaranya penyampaian laporan hasil pembahasan rancangan kebijakan umum APBD (KUA) dan prioritas plafon anggaran sementara (ppas) tahun anggaran 2023 dan penandatanganan nota kesepakatan DPRD dengan pemerintah daerah terhadap rancangan kua dan rancangan ppas tahun anggaran 2023.

 

Rapat kali ini dihadiri langsung 45 anggota DPRD dari 50 orang. Rismanto selaku pimpinan rapat mempercayakan Pipih supriati, selaku Wakil Ketua Badan Anggaran, untuk membacakan dan menyampaikan laporan hasil pembahasan rancangan kua dan rancangan PPAS tahun anggaran 2023 .

 

Ida menjelaskan sesuai dengan ketentuan pasal 89 peraturan pemerintah nomor 12 tahun 2019 tentang pengelolaan keuangan daerah dan peraturan menteri dalam negeri nomor 77 tahun 2020 tentang pedoman teknis pengelolaan keuangan daerah serta peraturan menteri dalam negeri nomor 27 tahun 2021 tentang pedoman penyusunan anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2022 mengamanatkan bahwa Bupati berdasarkan RKPD menyusun rancangan kebijakan umum APBD dan rancangan prioritas dan plafon anggaran sementara (PPAS) dengan mengacu pada pedoman penyusunan APBD.

 

Kata Ida selanjutnya, dalam pembahasan rancangan kua dan rancangan PPAS tahun anggaran 2023, badan anggaran memberikan saran dan masukan. Berikut isinya

 

Pengelolaan anggaran tahun 2023, hendaknya berpedoman pada asas umum pengelolaan keuangan daerah, bahwa keuangan daerah dikelola secara tertib, taat pada peraturan perundang-undangan, efektif, efisien, ekonomis, transparan dan bertanggungjawab dengan memerhatikan asas keadilan, kepatutan dan manfaat untuk masyarakat kabupaten bandung barat.

 

Dasar penyusunan KUA dan PPAS tahun anggaran 2023 adalah rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) dan rencana kerja pemerintah daerah (RKPD)  dengan berpedoman pada rencana strategis (renstra) dan rencana kerja (renja) perangkat daerah. Dari hasil pembahasan dengan perangkat daerah, disampaikan bahwa program kegiatan dalam dokumen rancangan kua dan rancangan ppas tahun anggaran 2023 yang disampaikan kepada badan anggaran telah sesuai dengan rpjmd, rkpd, renstra dan renja dengan berorientasi pada pencapaian standar pelayanan minimum.

 

Dari sisi pendapatan, pemerintah daerah harus bisa lebih kreatif dan inovatif dalam menggali potensi pendapatan dari sektor pajak dengan intensifikasi dan extensifikasi pajak dan retribusi, sehingga target pendapatan di tahun 2023 bisa tercapai.

 

Badan anggaran menegaskan kepada seluruh perangkat daerah di dalam merencanakan rasionalisasi ataupun pergeseran anggaran, hendaknya memperhatikan program kegiatan dengan skala prioritas yang bersifat penting dan mendesak serta bersentuhan dengan kepentingan dan pelayanan kepada masyarakat.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization