Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo masih dalam proses penanganan. Kondisi tersebut membuat Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) memperpanjang penutupan total akses wisata Gunung Bromo hingga 15 Agustus 2026. Kebijakan ini diambil dengan mempertimbangkan kondisi kawasan yang belum sepenuhnya aman untuk dikunjungi wisatawan.
Informasi perpanjangan penutupan disampaikan TNBTS melalui akun Instagram resminya. Pihak pengelola menyebut penutupan akan terus disesuaikan dengan perkembangan penanganan karhutla di kawasan Bromo. Wisatawan diimbau untuk mengikuti informasi resmi dari TNBTS dan tidak memaksakan diri datang selama akses wisata masih ditutup.
Bagi wisatawan yang telah membeli tiket dan terdampak penutupan, TNBTS menyediakan opsi refund atau reschedule sesuai ketentuan yang berlaku. Wisatawan yang melakukan pemesanan secara langsung dapat mengikuti prosedur pengajuan yang telah ditetapkan oleh pengelola. Sementara wisatawan yang memesan melalui agen perjalanan diminta meminta bukti transfer pembayaran tiket kepada pihak travel sebagai salah satu dokumen untuk pengajuan refund.
TNBTS menegaskan pengajuan refund harus dilengkapi bukti transfer pembayaran tiket yang valid. Penutupan sementara dilakukan sebagai bagian dari upaya penanganan karhutla sekaligus menjaga keselamatan wisatawan dan petugas di lapangan. Pengelola akan kembali mengevaluasi kondisi kawasan sebelum memutuskan langkah selanjutnya terkait pembukaan kembali akses wisata Gunung Bromo.


