Maraknya aksi kriminal jalanan yang ramai diperbincangkan di media sosial kembali meningkatkan kewaspadaan masyarakat Bandung, terutama bagi pengendara yang beraktivitas pada malam hingga dini hari. Menyikapi kondisi tersebut, kepolisian mengimbau masyarakat agar tetap waspada tanpa perlu panik. Dengan mengenali lingkungan sekitar, memilih jalur yang aman, serta memahami langkah darurat jika menghadapi situasi mencurigakan, risiko menjadi korban kejahatan dapat ditekan.
Berdasarkan laporan masyarakat dan imbauan kepolisian, pengendara diminta lebih berhati-hati saat melintasi ruas jalan yang sepi, minim penerangan, atau berada di kawasan pinggiran kota pada malam hari. Sejumlah lokasi yang kerap menjadi perhatian antara lain Jalan Kiaracondong, Jalan BKR, Jalan Lengkong, kawasan Arcamanik dan Antapani, Jalan Soekarno-Hatta pada jam-jam lengang, hingga beberapa ruas jalan penghubung menuju Kabupaten Bandung. Meski demikian, polisi menegaskan lokasi tindak kriminal dapat berubah sewaktu-waktu sehingga kewaspadaan tetap diperlukan di mana pun berada.
Untuk mengurangi risiko menjadi sasaran pelaku kejahatan, masyarakat disarankan menghindari berkendara sendirian pada tengah malam jika tidak ada keperluan mendesak, memilih jalur utama yang ramai dan memiliki penerangan memadai, serta tidak berhenti di tempat yang sepi. Pengendara juga diimbau tidak menggunakan telepon genggam saat berkendara, menyimpan barang berharga di tempat yang tidak mudah terlihat, dan segera menuju kantor polisi, SPBU, atau minimarket 24 jam apabila merasa diikuti. Jika menghadapi percobaan pembegalan, keselamatan diri harus menjadi prioritas dan menghindari perlawanan yang dapat membahayakan.
Apabila melihat atau menjadi korban tindak kriminal, masyarakat dapat segera menghubungi layanan darurat 112 milik Pemerintah Kota Bandung atau Call Center Polri di nomor 110, serta melapor ke kantor kepolisian terdekat. Layanan 112 dapat diakses secara gratis tanpa pulsa maupun kartu SIM untuk melaporkan berbagai kondisi darurat, termasuk tindak kriminal. Dengan meningkatkan kewaspadaan, memilih rute perjalanan yang aman, dan mengetahui jalur pelaporan darurat, masyarakat diharapkan dapat beraktivitas dengan lebih tenang sekaligus meminimalkan risiko menjadi korban kejahatan jalanan.


