Perjuangan memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, tak menyurutkan semangat personel gabungan. Mereka bahkan rela bermalam di lokasi kebakaran untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak menyisakan bara. Karhutla yang terjadi di Desa Sungai Rukam, Kecamatan Enok, tersebut telah berlangsung sejak 27 Agustus 2026 dan melibatkan personel Polres Inhil, TNI, BPBD, Pemadam Kebakaran, Manggala Agni, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA).
Kapolres Inhil AKBP Donny Eko Listianto turut memilih bermalam bersama personel di lokasi kebakaran. Langkah itu dilakukan untuk memastikan proses pemadaman dan pendinginan berjalan maksimal, terutama karena lahan yang terbakar merupakan kawasan gambut. Kondisi tersebut membuat api berpotensi tetap menyala di dalam tanah meski kobaran di permukaan telah berhasil dipadamkan. “Kami bermalam di lokasi untuk memastikan pemadaman dan pendinginan berjalan maksimal. Di lahan gambut, api permukaan bisa saja padam, tetapi bara di dalam tanah masih menyala. Prinsip kita jelas: pantang pulang sebelum api benar-benar padam,” tegas Donny, Minggu (30/8/2026).
Pemadaman dilakukan siang dan malam dengan sistem bergantian agar stamina personel tetap terjaga. Sulitnya medan gambut, akses menuju lokasi yang terbatas, serta minimnya sumber air akibat kemarau panjang menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Bahkan, para personel harus beristirahat sejenak dengan kondisi sederhana, beratapkan langit dan beralaskan tanah. Untuk memenuhi kebutuhan air, petugas memanfaatkan embung darurat dan parit kanal yang berada di sekitar lokasi. Dukungan armada darat dan mesin pompa portabel juga terus dikerahkan untuk mempercepat proses pemadaman.
Karhutla tersebut diperkirakan telah membakar lahan seluas sekitar 10 hektare. Selain memadamkan api, petugas menyisir kawasan perbatasan untuk membuat penyekatan agar kobaran tidak merembet ke perkebunan warga maupun kawasan hutan di sekitarnya. Hingga Minggu (30/8/2026), tim gabungan masih melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran. Donny mengatakan api telah berhasil dikendalikan berkat kerja sama seluruh pihak yang terlibat. “Alhamdulillah, api dapat kita kendalikan dan padamkan. Ini bukan keberhasilan satu pihak, tetapi hasil kerja keras dan kebersamaan seluruh tim yang terlibat,” pungkasnya.


