BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung berkomitmen penuh memastikan kelancaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027. Hingga Kamis (11/6/2026), tercatat sebanyak 17.843 calon peserta didik telah mendaftar, yang tersebar di 269 SD negeri dan 75 SMP negeri di seluruh wilayah Bandung.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Asep Saeful Gufron, menegaskan bahwa fokus utama tahun ini bukan hanya pada proses seleksi, tetapi pada penyediaan pendampingan bagi masyarakat. Untuk menekan kendala dan miskomunikasi, Pemkot Bandung telah menyebar layanan konsultasi hingga ke tingkat kecamatan, sehingga warga tidak perlu harus datang langsung ke sekolah atau kantor dinas.
Inovasi Layanan dan Penurunan Keluhan
Strategi jemput bola dan digitalisasi layanan terbukti efektif. Intensitas kunjungan langsung ke kantor Dinas Pendidikan menurun drastis karena warga lebih memilih memanfaatkan kanal daring. Saat ini, tersedia tujuh kanal informasi resmi—mulai dari posko terpadu, layanan WhatsApp, hingga chatbox—yang siap melayani kebutuhan informasi warga.
Data menunjukkan respons cepat pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat:
-
Layanan Informasi: Ratusan konsultasi telah ditangani oleh Disdik, Dinas Sosial, dan Disdukcapil terkait verifikasi data serta administrasi.
-
Penanganan Aduan: Dari 35 laporan resmi yang masuk melalui kanal pengaduan, sebanyak 71 persen atau 25 laporan telah berhasil diselesaikan dengan cepat.
Pelayanan Inklusif dan Pengawasan Ketat
Guna memastikan SPMB berjalan berkeadilan, Pemkot Bandung juga menyediakan Unit Layanan Disabilitas (ULD) bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Di samping itu, pengawasan ketat dilakukan bersama kepala sekolah guna menjaga integritas proses penerimaan.
Upaya ini mendapatkan apresiasi dari orang tua murid. Cucu Darmawan, salah satu orang tua calon peserta didik, merasa terbantu dengan sistem daring yang jauh lebih fleksibel dan praktis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Sejalan dengan arahan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, seluruh kanal informasi akan tetap dibuka selama periode pendaftaran berlangsung. Pemerintah Kota Bandung menegaskan bahwa keberhasilan SPMB diukur dari kemudahan dan rasa tenang yang dirasakan masyarakat selama proses berlangsung.


