DPRD Kab Bandung Barat secepatnya selesaikan RAPERDA Regulasi Penyelenggaraan Pondok Pesantren


H. ADE WAWAN., S.PdI
Ketua Pansus Raperda Pesantren KBB

Upost.id – DPRD KBB Raperda Fasilitasi Penyelenggaraan Pondok Pesantren Panitia Khusus (Pansus) DPRD KBB Raperda Fasilitasi Penyelenggaraan Pondok Pesantren selesai dalam waktu singkat.

Hal itu diungkapkan Ketua Pansus DPRD KBB, Ade Wawan saat rapat usai rapat Pansus di Hotel Sari Ater Kamboti, Kota Bandung, Rabu (5/1).

dirinya menuturkan, hadirnya Undang-Undang nomor 18 Tahun 2019 tentang pondok pesantren menandai lahirnya Peraturan Pondok Pesantren di Kabupaten Bandung Barat.

“Dalam uraian Raperda ini kami melibatkan seluruh pemangku kepentingan yang ada,” jelasnya.

Tambahnya, Kabupaten Bandung Barat merupakan salah satu daerah di Jabar yang memiliki pesantren yang cukup banyak.

“KBB berada di urutan keempat di Jawa Barat yang memiliki pesantren terbanyak setelah Tasikmalaya, Garut dan Cirebon. KBB memiliki sekitar 800 pesantren,” ujarnya.

Lebih lanjut, kata dia, dengan adanya peraturan ini, nantinya pemerintah lebih mengutamakan pemeliharaan pondok pesantren secara maksimal.

“Seringkali pesantren ini terkesan diremehkan. Padahal pesantren lahir satu namun negara sudah merdeka. Mari kita perjuangkan kemerdekaan Indonesia,” ujarnya.

Dari sisi kualitas pendidikan, kata Ade, kualitas pendidikan pesantren cukup baik. Namun dari sisi pemberdayaan perlu melibatkan pemerintah.

“Setelah lahirnya peraturan ini, tidak menutup kemungkinan program yang diusulkan untuk pondok pesantren dapat dimasukkan dalam program terkait OPD karena payung hukumnya sudah jelas,” katanya.

Ade mengatakan, di bidang pemberdayaan OPD terkait seperti DPKP, Dispernakan, Dinas Koperasi, UMKM dan Disperindag dan lain-lain dapat turut serta meningkatkan indahnya persaingan pesantren.

“Bahwa peraturan tersebut memudahkan pemeliharaan pondok pesantren ini untuk memperkuat dukungan terhadap peran dan fungsi Pendidikan,
Fungsi dakwah dan fungsi pemberdayaan masyarakat, bila perlu pengaturan untuk memberikan pengakuan, penegasan dan pendampingan berdasarkan tradisi khas pondok pesantren,” pungkasnya.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital